Ketika mahasiswa se-Indonesia bersatu mengikrarkan janji bersama — bertanah air satu, berbangsa satu yang gandrung keadilan, berbahasa satu bahasa kebenaran — Afnan Malay adalah salah satu tangan yang menyalakan apinya. Bukan sekadar saksi sejarah. Ia adalah bagian dari sejarah itu sendiri.
Lahir di Maninjau, Sumatera Barat. Lulusan FH UGM Yogyakarta. Belajar lukis di SMSR dan Jurusan Lukis FSRD ISI Yogyakarta — fondasi seni yang lama tersimpan, kini menemukan ruangnya kembali di atas kanvas.
Inisiator Sumpah Mahasiswa 1988. Residensi puitika di Chili (2022) dan Kazakhstan (2024) atas biaya Dirjen Kebudayaan RI. Penerima Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan 2025 kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.
Baca biografi lengkap"Jika dalam menulis puisi Afnan kerap memulai dari sebuah judul... maka dalam melukis ia menanggalkan narasi awal dan membiarkan proses berjalan tanpa dikunci oleh tujuan yang pasti."
— M. Rain Rosidi, Kurator Pameran ALIR
Lukisan akrilik di kanvas dikerjakan sepanjang 2025–2026. Spontan dan intuitif — makna hadir sebagai hasil pembacaan ulang, bukan sebagai titik berangkat. Klik karya untuk membaca catatan kurator.
50 × 60 cm · Acrylic on Canvas · 2026
50 × 60 cm · Acrylic on Canvas · 2026
50 × 60 cm · Acrylic on Canvas · 2026
50 × 40 cm · Acrylic on Canvas · 2026
60 × 50 cm · Acrylic on Canvas · 2026
50 × 60 cm · Acrylic on Canvas · 2026
26 Puisi Imersif & Multimedial
Sebuah perjalanan puitis di mana teks, suara, dan visual menyatu — dua puluh puisi terpilih dari perjalanan panjang Afnan Malay hadir dalam pengalaman digital yang melampaui halaman kertas. Setiap puisi adalah ruang hidup tersendiri.
Dari ruang galeri hingga panggung pertunjukan — karya Afnan Malay terus mengalir ke publik dalam berbagai bentuk pertemuan antara karya dan penikmat.