Maninjau · Yogyakarta · Santiago · Almaty · Semarang

Melampaui
Dinding Realitas

gelap, airmata, kelelahan kadang datang sebagai penyelamat
— berhutang kepada gelap  ·  Afnan Malay  ·  2025
Masuk ke dalam
Sumpah Mahasiswa Indonesia 1988
Bulaksumur, Yogyakarta  ·  29 Oktober 1988

Inisiator
Sumpah Mahasiswa
Indonesia

Ketika mahasiswa se-Indonesia bersatu mengikrarkan janji bersama — bertanah air satu, berbangsa satu yang gandrung keadilan, berbahasa satu bahasa kebenaran — Afnan Malay adalah salah satu tangan yang menyalakan apinya. Bukan sekadar saksi sejarah. Ia adalah bagian dari sejarah itu sendiri.

□  Bertanah air satu, Tanah air tanpa penindasan
□  Berbangsa satu, Bangsa yang gandrung keadilan
□  Berbahasa satu, Bahasa kebenaran
01
Tentang

Sang Pemberontak
Aksara & Penyair Zaman

Lahir di Maninjau, Sumatera Barat. Lulusan FH UGM Yogyakarta. Belajar lukis di SMSR dan Jurusan Lukis FSRD ISI Yogyakarta — fondasi seni yang lama tersimpan, kini menemukan ruangnya kembali di atas kanvas.

Inisiator Sumpah Mahasiswa 1988. Residensi puitika di Chili (2022) dan Kazakhstan (2024) atas biaya Dirjen Kebudayaan RI. Penerima Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan 2025 kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.

Baca biografi lengkap
6+
Buku puisi terbit
57
Karya Lukisan
1988
Sumpah Mahasiswa
26
Puisi imersif digital

"Jika dalam menulis puisi Afnan kerap memulai dari sebuah judul... maka dalam melukis ia menanggalkan narasi awal dan membiarkan proses berjalan tanpa dikunci oleh tujuan yang pasti."

— M. Rain Rosidi, Kurator Pameran ALIR

Puisi PilihanDari Seribu Diksi
Seluruh arsip →
Sajak / 001
berhutang kepada gelap
aku berhutang kepada gelap
dalam pertengkaran hebat —
gelap, airmata, kelelahan
kadang datang sebagai penyelamat
Semarang · 2025
Sajak / 002
serdadu bulan Juni
negeri bertumbuh merawat sungsang
aktor berganti menyalin skenario
riwayat tamat —
"kuasa tak berbuah apa."
Jogja · Juni 2025
Sajak / 003
kekasih gelapku
namanya puisi
kekasih gelapku, sesetia batu
kepada tukang pahat —
tatah kata-katamu pukul aku
Jogja · 4 Januari 2025
Sajak / 004
TERKURUNG (3)
aku tidak kemana-mana
terkurung waktu atau waktu tidak berjalan —
dunia makin bebas
menawarkan pilihan terkurung
Jakarta · 2025
Sajak / 005
pelajaran kecil
jika kau direndahkan
kau akan belajar tinggi —
hanya cinta yang tak
mengandaikan apa-apa
Jogja · 20 Desember 2024
Sajak / 006
ketukan rumah
berdiri di tebing jurang menganga
aku diperingatkan kedalaman —
belajar jatuh agar terhindar
dari kejatuhan terlalu dalam
Semarang · 1 April 2025
Proyek Digital Poetry  ·  digitalpoetry.id

Masuk ke dalam Ruang Puisi

26 Puisi Imersif & Multimedial

Melampaui Dinding Realitas: Antologi Puisi Multimedial
sebagai Refleksi Kekinian dan Jembatan Harmoni Budaya

Sebuah perjalanan puitis di mana teks, suara, dan visual menyatu — dua puluh puisi terpilih dari perjalanan panjang Afnan Malay hadir dalam pengalaman digital yang melampaui halaman kertas. Setiap puisi adalah ruang hidup tersendiri.

26
Puisi imersif
3
Medium: teks · suara · visual
Kemungkinan tafsir
digitalpoetry.id
Masuk ke dalam Ruang Puisi  →  Opening Juli 2026
05
Agenda
Agenda Terdekat

Pameran Lukisan
dan Pembacaan Puisi

Dari ruang galeri hingga panggung pertunjukan — karya Afnan Malay terus mengalir ke publik dalam berbagai bentuk pertemuan antara karya dan penikmat.

8 — 20 Februari 2026
Pameran Tunggal Lukisan — ALIR
Tan Artspace · Jl. Papandayan No.11 · Semarang
Kurator: Rain Rasidi · Dibuka: Taufik Rahzen
2026 · TBA
Peluncuran Antologi Puisi Multimedial
Melampaui Dinding Realitas · Yogyakarta
2026 · TBA
Pembacaan Puisi & Pertunjukan
Dana Indonesiana — Kementerian Kebudayaan RI
Sajak · 1 dari 4
tidak jadi bercerita
katakan saja apa yang ingin kau ceritakan —

ya, kataku. hidup tidak sekadar
menakar besaran bongkah sakit hati

kita baru saja
belajar saling mendengar
waktu kita panjang
□  Scan QR untuk membaca di ponsel